Karya Ilmiah (2)

Selamat datang di materi pembelajaran Bahasa Indonesia: "Karya Ilmiah (2)" berbasis Kurikulum 2013. Materi ini ditujukan bagi siswa kelas XI SMA semester 2 (genap).

Tujuan Pembelajaran
Dengan mempelajari ini, Anda diharapkan mampu:
  1. Menentukan informasi, tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang dibaca.
  2. Merancang karya ilmiah sesuai dengan unsur-unsur dan isi karya ilmiah.
  3. Mempresentasikan menanggapi, dan merevisi hasil kerja dalam diskusi kelas

 

Pengantar
Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mempelajari pengertian, ciri-ciri, manfaat, dan jenis dari karya ilmiah. Pada pertemuan kali ini, kita akan mempelajari proses pengambilan data dalam penelitian karya ilmiah.


Proses Pengambilan Data dalam Penelitian
Komponen utama dalam penelitian adalah pengumpulan data. Masing-masing penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda, tergantung dari jenis penelitian yang hendak dibuat oleh peneliti.

Kesalahan yang dilakukan dalam proses pengumpulan data akan membuat proses analisis menjadi sulit. Selain itu hasil dan kesimpulan yang akan didapat pun akan menjadi rancu apabila pengumpulan data dilakukan tidak dengan benar.

Ada beberapa macam metode dalam pengumpulan data, yaitu :
  1. Metode wawancara
  2. Metode observasi
  3. Metode kuesioner
  4. Metode studi pustaka
Metode wawancara, observasi, dan kuesioner mendapatkan data dari sumbernya langsung. Ini berarti, data yang diperoleh disebut sebagai data primer. Adapun metode studi pustaka memperoleh data dari hasil penelitian sebelumnya/dokumentasi (tidak langsung), sehingga data yang diperoleh disebut sebagai data sekunder.


Pengambilan Data dengan Metode Wawancara
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Kelebihan Metode Wawancara:
  • Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.
  • Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang.
  • Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
  • Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
Kekurangan Metode Wawancara:
  • Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
  • Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
  • Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan rmai.
  • Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.

Pengambilan Data dengan Teknik Observasi (pengamatan)
Observasi merupakan metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu/kelompok atau fenomena secara langsung

Jenis-jenis Observasi
  • Structured Observation
    Pengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun dan di dalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan.
  • Unstructurred Observation
    Pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa yang sebenarnya harus dicatat dalam pengamatan itu. Aspek-aspek atau peristiwanya tidak terduga sebelumnya.
Kelebihan Metode Observasi
  • Dapat mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan lain sebagainya pada saat kejadian tersebut berlangsung atau saat perilaku terjadi.
  • Dapat memperoleh data dari subyeknya secara langsung, baik yang dapat berkomunikasi verbal maupun non verbal.
Kelemahan Metode Observasi
  • Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia
  • Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi
  • Subjektifitas observer (pengamat) sukar dihindarkan

Pengambilan Data dengan Metode Kuesioner
Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.

Jenis-jenis Kuesioner
  • Kuesioner Tertutup
    Yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membawa responden ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda ‘x’ atau ceklis
  • Kuesioner Terbuka
    Pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
Kelebihan Metode Kuesioner
  • Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
  • Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
  • Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
  • Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
  • Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.
Kelemahan Metode Kuesioner
  • Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.
  • Seringkali sukar dicari validitasnya
  • Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur
  • Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian
  • Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat

Pengambilan Data dengan Metode Studi Pustaka
Studi pustaka adalah membaca berbagai buku dan hasil penelitian untuk menyelesaikan karya ilmiah. Studi pustaka akan menghasilkan teori penelitian yang digunakan untuk mengolah berbagai data yang telah dikumpulkan dalam penelitian.

Data yang diperoleh dengan metode ini diperoleh peneliti secara tidak langsung (data sekunder) melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data ini umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.


Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3

Comments